IMG-20140917-WA0001IMG-20140917-WA0001 - Copy

“Eh, itu bukannya temen SDmu ya?”

“Ahh… Acuhkan saja!”

“Acuhkan? Ya ayok deketin”

“Kok deketin? Ya dijauhin dong… kan diacuhkan”

“Hah? Hehe…bukaaan…Coba deh cek EYD lagi ”

Malu ngga sih kalo selama ini kita telah mengalami “degradasi” dalam hal pemilihan kata yang kita gunakan sehari- hari. Meskipun terkadang, “Ahh… nggausah formal- formal lah… yang umum- umum ajasih”. Umum?  Padahal jelas banget  kita punya KBBI alias Kamus Besar Bahasa Indonesia yang seharusnya menjadi sebuah patokan dari “umum” tadi. Kesalahan diksi yang banyak terjadi di masyarakat, membuat Bahasa Indonesia yang seharusnya menjadi atribut resmi negara kita yang dibanggakan dan paten, menjadi sebuah bentuk kesalahpahaman dimana kita sering dibolak- balikan oleh suatu pemaknaan. Paten? Iyasih tapi kok malah jadi pembodohan berjamaah gini sih.

Memang pada kenyataannya, bahasa kita tak luput dari pembaharuan. Kata demi kata mengalami perombakan oleh sebab proses penyerapan dari berbagai bahasa di dunia – Dunia? Hellooooow… Jangankan bahasa dunia, bahasa daerah di Indonesia aja banyak yang diserap. Duh mumet

Contoh konkret sebuah kesalahan diksi di sekitar kita adalah penggunaan istilah “JATEK” atau Kerja Praktek. Kata “Praktek” di sini merupakan sebuah kata yang rancu, dimana seharusnya menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), istilah baku  praktek adalah praktik., masa UGM kayak gitu aja salah? Gimana yang lain? – Sepenggal kalimat yang mungkin tergambar di benak sebagian dari kita yang baru saja tersadar akan hal itu. Duh Terus gimana dong? Nanti 3 SKSnya jadi JATIK gitu? Duh kok teok banget sih –“ . Mau teok, norak lah, upay lah.. yang penting kita tetep berpatokan kepada aturan baku. Ingat masa SMP? Kita pernah mempelajari FISIKA yang banyak banget aturannya dan itu semua merupakan aturan baku, misal penggunaan satuan, penulisan angka baku, maupun mengenai besaran dan dimensi. Terus yang soal jatek tadi? Mau diganti jatik gitu?yekali meeeen -_-. Hmmm… kalo soal itu, kita serahkan saja kepada Jurusan/Fakultas kita. Pasalnya, instansi lain lebih sering menggunakan istilah PKL (Praktik Kerja Lapangan) atau istilah lain, yang tentunya sangat patuh dengan aturan bakunya. So, percaya aja deh, pasti bakal ada pembaharuan kok. Eh, ini ngga sepele loooo…Kita kan udah World class University, emang tega gitu menzolimi diri sendiri dengan cara seperti ini ?  – Think first (rd)

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *