Abu- abu… sebuah dwilingga kata yang sedikit banyak mencerminkan jurusan kita, Teknik Pertanian. Banyak masyarakat kampus yang masih belum terlalu tahu apa maksud dari dibentuknya 5 minat studi (konsentrasi) ini. Sebagian dari kita masih menganggap bahwa konsentrasi inilah yang akan mempengaruhi lapangan pekerjaan kita di masa yang akan datang.

Kalo aku milihnya fishay (fisika hayati), aku kerjanya ntar jadi apa ya?”

“TPP ntar susah ya? Banyak ngitungnya ya?”

“wah EMP lama nih lulusnya”

bla… bla… bla… Begitulah animo dari sebagian masyarakat TEP. Padahal sebenarnya, konsentrasi hanyalah untuk pembeda skripsi & penelitan antara mahasiswa satu dengan yang lainnya. Konsentrasi tidak mempengaruhi dimana kita kerja, atau lama waktu studi kita. Konsentrasi tidak mempengaruhi banyak sedikitnya Ngitung, Ngapalin, dan Nganalisa.

Lhawong kita Teknik kok ngga banyak itungannya ki yo pye? Bahkan jurusan sudah berkali- kali menekankan bahwa kita kelak akan menjadi Sarjana Teknologi Pertanian (STP), bukan Sarjana Energi Mesin Pertanian, Sarjana Pascapanen atau yang lainnya. Sehingga kita dituntut untuk dapat menguasai semua aspek yang ada di dalam keteknikan pertanian. Mari kita betulkan apa yang seharusnya bisa dibetulkan

 

“anak Fishay juga harus ngerti mesin .. Anak lahan juga kudu tahu pangan …”

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *