Kerja Praktek a.k.a JATEK… Kesalahan diksi atau ….
“Eh, itu bukannya temen SDmu ya?”
“Ahh… Acuhkan saja!”
“Acuhkan? Ya ayok deketin”
“Kok deketin? Ya dijauhin dong… kan diacuhkan”
“Hah? Hehe…bukaaan…Coba deh cek EYD lagi ”
Malu ngga sih kalo selama ini kita telah mengalami “degradasi” dalam hal pemilihan kata yang kita gunakan sehari- hari. Meskipun terkadang, “Ahh… nggausah formal- formal lah… yang umum- umum ajasih”. Umum? Padahal jelas banget kita punya KBBI alias Kamus Besar Bahasa Indonesia yang seharusnya menjadi sebuah patokan dari “umum” tadi. Kesalahan diksi yang banyak terjadi di masyarakat, membuat Bahasa Indonesia yang seharusnya menjadi atribut resmi negara kita yang dibanggakan dan paten, menjadi sebuah bentuk kesalahpahaman dimana kita sering dibolak- balikan oleh suatu pemaknaan. Paten? Iyasih tapi kok malah jadi pembodohan berjamaah gini sih.
Memang pada kenyataannya, bahasa kita tak luput dari pembaharuan. Kata demi kata mengalami perombakan oleh sebab proses penyerapan dari berbagai bahasa di dunia – Dunia? Hellooooow… Jangankan bahasa dunia, bahasa daerah di Indonesia aja banyak yang diserap. Duh mumet—



