Category Sekolah Tani Permateta

Sekolah Tani PERMATETA 2020

Mahasiswa DTPB Belajar Pengolahan Keripik Tempe di Kajor Kulon, Selopamioro

Sabtu, 17 Oktober 2020 pada pukul 09.00 hingga 14.00 telah dilaksanakan “Sekolah Tani Permateta” sebagai acara pengabdian masyarakat dan juga belajar mengenai pengolahan keripik tempe yang baik dan benar.

Proses pembuatan keripik tempe dilaksanakan di Kajor Kulon, Selopamioro, tepatnya di rumah Bu Lastri. Penjelasan mengenai pengolahan keripik tempe dijelaskan secara detail oleh Bu Lastri mulai dari pemilihan tempe, pembuatan tepung, bumbu, perajangan, penggorengan, dan juga pengemasan. read more

Mengenal Budidaya Bunga Telang Bersama Sekolah Tani PERMATETA

Sekolah Tani PERMATETA atau yang lebih dikenal dengan sebutan STP kali ini mengangkat tema tentang tanaman telang. Dipilihnya tanaman telang ini karena tanaman ini sangat jarang orang yang tahu akan manfaatnya padahal terdapat banyak sekali manfaatnya. Kegiatan yang dilaksanakan ini berupa sosialisasi pengenalan tanaman telang kepada ibu-ibu Kelompok Wanita Tani Desa Selopamioro serta terdapat praktek penanaman tanaman telang.

Kegiatan yang bertempat di desa binaan PERMATETA di Selopamioro, dilaksanakan pada tanggal 5 Mei 2019 kemarin yang berlangsung di salah satu rumah warga dusun Lemahrubuh, dimulai sekitar pukul 10.30 WIB dan selesai pada pukul 13.00 WIB read more

HARI TANI NASIONAL PERMATETA 2014

Hari tani… …Mungkin bagi sebagian besar orang masih asing dengan hari yang jatuh pada 24 september lalu. Tak banyak yang tahu bahwa hari tani merupakan sebuah permulaan bagi seluruh petani mendapatkan sebuah pengakuan. Tanggal 24 September merupakan tanggal ditetapkannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 mengenai Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA 1960) oleh bung karno. Sejalan dengan itu, dewasa ini telah banyak kalangan, khususnya mahasiswa, yang tersadar akan pentingya peran petani dalam menunjang kebutuhan pangan.Bergulirnya issue mengenai “Konspirasi Pangan Dunia” , agaknya menyadarkan sebagian dari kita untuk kembali lagi kepada yang hakiki, pangan lokal.