SEANTERO “Seminar Anak Teknik Pertanian dan Biosistem”

Yogakarta, 30 Agustus 2017 PERMATETA melaksanakan kegiatan yang inspiratif dan memotivasi bagi mahasiswa Teknik Pertanian dan Biosistem khususnya mahasiswa baru angkatan 2017. Adalah SEANTERO (Seminar Anak Teknik Pertanian dan Biosistem). “SEANTERO merupakan proker baru dan proker andalan dari departemen Kaderisasi PERMATETA” tegas Rima selaku Kepala Departemen Kaderiasasi.

SEANTERO atau Seminar Anak Teknik Pertanian dan Biosistem berisi penyampaian materi dari mahasiswa-mahasiswi berprestasi TPB baik di bidang akademik dan non akademik.
Acara ini dikhususkan untuk mahasiswa baru TPB agar mahasiswa baru mengetahui prestasi apa saja yg dapat diraih jika kuliah di TPB. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang 105 Gedung FTP UGM.
SEANTERO dibuka oleh Kepala Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem atau yang diwakili oleh Bu Tining selaku Sekretaris Departemen TPB. read more

Read more
Seminar Peringatan Hari Air Sedunia 2015 “Pembangunan bidang SANITASI Konservasi Sumber daya Air untuk Pembangunan Berkelanjutan” bersama AKSANSI

DSC_0234 DSC_0119   DSC_0219DSC_0161 DSC_0118 DSC_0225 DSC_0193

Dalam Rangka memperingati Hari Air Sedunia 2015, PERMATETA (Perhimpunan Mahasiswa Teknik Pertanian) Universitas Gadjah Mada menjalin kerjasama dengan AKSANSI (Asosiasi KSM SANITASI INDONESIA) cabang DIY untuk menyelenggarakan Seminat Peringatan Hari Air Sedunia di Jogja National Musem pada tanggal 22 Maret 2015. Acara kali ini dihadiri oleh seluruh KSM dan Pemerintah daerah baik dari Kota maupun Kabupaten/ atau Provinsi. Acara ini bersifat tertutup karena target yang akan dicapai cukup melingkupi dari KSM dan pemerintah daerah. Pada acara SEMINAR ini pada intinya adalah menjelaskan bahwa kebutuhan komunitas sanitasi masyarakat disekitar sangatlah banyak. Keterbatasan sumber daya material dan manusia mejadi faktor halangan untuk mengembangkan IPAL atau sanitasi tiap KSM daerah baik dari kulonprogo, kota, wonosari dan sleman. Secara tidak langsung komunitas sanitasi ini sendiri meminta tolong untuk pemberdayaan yang khusus dan langsung dari pemerintah terkait keadaan sanitasi didaerah DIY. Kondisi air yang sudah tidak murni kondisi sanitasi yang sudah tidak memungkinkan membuat kondisi air bersih di DIY semakin lama semakin menurun. Sehingga diperlukan adanya peran dari masyarakat termasuk KSM ini dalam membina keadaaan sumber air , namun perlu juga adanya peran dari pemerintah yang ikut dalam berpartisipasi untuk menjaga keadaan air di sumber air. Maka dari itu dari pembicaraan seminar kali ini diharapkan akan sadarnya sinergi dan hubungan yang baik antara masyarakat KSM dan Pemerintah dalam menigkatkan konservasi air dalam pembangunan berkelanjutan. Sehingga dalam peringatan Hari Air kali ini kita dapat merasakan perubahan demi perubahan menjadi sanitasi yang baik, sehingga kedepannya kita dapat menikamti air bersih yang sesuai standar kualitas internasional. read more

Read more
Malam Seni “World Water Day 2015”

DSC_0008DSC_0014 DSC_0058 DSC_0068 DSC_0082 DSC_0087 DSC_0094

“Save The Water, Save The Future!” Ada yang spesial pada tanggal 20 Maret 2015 kemarin. YA, PERMATETA menggelar malam puncak peringatan Hari Air Sedunia. Acara ini mengusung tema “Treasure The Water Let’s Not Waste A Single Drop”. PERMATETA sendiri, hampir setiap tahun selalu memperingati  Hari Air Sedunia. Seperti yang kita ketahui, Hari Air Sedunia  diperingati setiap tanggal 22 Maret. Malam puncak ini berjalan meriah karena dihadiri oleh para dosen, serta mahasiswa-mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian dari berbagai angkatan. read more

Read more
Leadership Camp Permateta 2015

IMG_1360 IMG_1390 IMG_1393IMG_1397 IMG_1399 IMG_1463 IMG_1490

     14-15 Maret 2015 (Leadership Camp) , Perhimpunan Mahasiswa Teknik Pertanian mengadakan kegiatan untuk mengasah kemampuan leadership setiap staff kepengurusan permateta 2015-2016. Acara ini berlangsung selama 2 hari 1 malam yang berada pada daerah Imogiri Bantul, di Bumi Perkemahan Putut Badjuri. para mahasiswa dan mahasiswi melakukan perjalanan dari FTP UGM menggunakan kendaraan truk, panas terik matahari bukan jadi penghalang untuk berkobarnya api semangat para kader-kader ini. read more

Read more
LIPUTAN OSPEK JURUSAN TEKNIK PERTANIAN (TETAROTATION) 2014

OJ10660161_703967016325568_2953122581771208325_n10653612_703966776325592_2272566415853567596_n10616524_703966362992300_3365838581912087327_n10593142_703966602992276_3888411115670370795_nMaba lagi discuss10428058_703967089658894_6749995156218358321_n1622146_703966462992290_5335757711610357099_n

Seperti biasa, setiap penerimaan mahasiswa baru, seperti yang kita ketahui bersama,  sudah menjadi hal yang wajar jika setiap universitas mengadakan Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus, atau yang lebih sering disebut ospek. Begitu pula dengan jurusan Teknik Pertanian (TEP), Universitas Gadjah Mada yang belum lama ini juga mengadakan ospek jurusan. Ospek jurusan Teknik Pertanian diadakan pada tanggal 5-7 September 2014. Tidak seperti biasanya, hari pertama ospek jurusan  tidak dimulai pagi hari, tapi dimulai pukul 14.45 WIB. Kegiatan yang dilakukan pada ospek jurusan di hari pertama adalah kunjungan laboratorium (lab). Ada 3 lab yang dikunjungi, yaitu lab TPP (Teknik Pangan dan Pasca Panen), TLBP (Teknik Lingkungan dan Bangunan Pertanian), dan fisika hayati. Kunjungan lab ini bertujuan agar mahasiswa baru Teknik Pertanian angkatan 2014 mengetahui lebih dalam apa saja yang ada di Jurusan Teknik Pertanian. Ospek hari pertama selesai pada pukul 17.30 WIB. read more

Read more
Kerja Praktek a.k.a JATEK… Kesalahan diksi atau ….

IMG-20140917-WA0001IMG-20140917-WA0001 - Copy

“Eh, itu bukannya temen SDmu ya?”

“Ahh… Acuhkan saja!”

“Acuhkan? Ya ayok deketin”

“Kok deketin? Ya dijauhin dong… kan diacuhkan”

“Hah? Hehe…bukaaan…Coba deh cek EYD lagi ”

Malu ngga sih kalo selama ini kita telah mengalami “degradasi” dalam hal pemilihan kata yang kita gunakan sehari- hari. Meskipun terkadang, “Ahh… nggausah formal- formal lah… yang umum- umum ajasih”. Umum?  Padahal jelas banget  kita punya KBBI alias Kamus Besar Bahasa Indonesia yang seharusnya menjadi sebuah patokan dari “umum” tadi. Kesalahan diksi yang banyak terjadi di masyarakat, membuat Bahasa Indonesia yang seharusnya menjadi atribut resmi negara kita yang dibanggakan dan paten, menjadi sebuah bentuk kesalahpahaman dimana kita sering dibolak- balikan oleh suatu pemaknaan. Paten? Iyasih tapi kok malah jadi pembodohan berjamaah gini sih.

Memang pada kenyataannya, bahasa kita tak luput dari pembaharuan. Kata demi kata mengalami perombakan oleh sebab proses penyerapan dari berbagai bahasa di dunia – Dunia? Hellooooow… Jangankan bahasa dunia, bahasa daerah di Indonesia aja banyak yang diserap. Duh mumet

Read more
KONSENTRASI BUKAN PRODI

Abu- abu… sebuah dwilingga kata yang sedikit banyak mencerminkan jurusan kita, Teknik Pertanian. Banyak masyarakat kampus yang masih belum terlalu tahu apa maksud dari dibentuknya 5 minat studi (konsentrasi) ini. Sebagian dari kita masih menganggap bahwa konsentrasi inilah yang akan mempengaruhi lapangan pekerjaan kita di masa yang akan datang.

Kalo aku milihnya fishay (fisika hayati), aku kerjanya ntar jadi apa ya?”

“TPP ntar susah ya? Banyak ngitungnya ya?”

“wah EMP lama nih lulusnya” read more

Read more
Sistem Irigasi Subak di Bali

Narasumber : Wayan Windia, Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Udayana
dalam Seminar 1 IMATETANI 2014

Subak merupakan sekumpulan petani yang mengelola system irigasi yang ada di sebuah kawasan persawahan tertentu dan dibatasi oleh sungai, jurang, dan batas fisik lainnya yang tentunya terlihat jelas. Lalu apa bedanya system irigasi subak dengan system irigasi persawahan pada umumnya?. Sistem irigasi subak memiliki komponen- komponen pembeda dimana di dalamnya sangat khas akan kearifan local bali. Sumber air subak, yang merupakan komponen fundamental, biasanya berasal dari mata air yang mengalir ke sebuah sungai yang dikelola sedemikian rupa oleh para petani subak dengan system “meminjam air” , yang secara konkret merupakan system yang penekanannnya lebih kea rah gotong- royong dan saling bahu membahu, bukan system utang piutang. Dalam subak, juga harus memiliki 1 bangunan bagi serta pura yang terpasang di pematang masing- masing sawah. Pura ini merupakan syarat utama subak. Sistem irigasi subak dipimpin oleh seorang pekaseh yang mana merupakan seorang pengatur dari system irigasi ini. Pekaseh atau klean subak merupakan birokrat yang otonom. Namun demikian, pekaseh masih melakukan koordinasi dan konsolidasi dengan kepala desa, dimana kepala desa tidak memiliki wewenang untuk mengatur kinerja pekaseh. Contoh konkretnya, ketika warga desa meninggal di saat musim panen, maka upacara ngaben yang seharusnya dilakukan harus diundur demi kelancaran proses memanen. Dalam system ini, air sangat mudah didapat bahkan tak akan habis, sehingga kekeringan pun jarang terjadi. Ketika memang air yang mengalir ke dalam sawah seorang petani kurang, maka system “pinjam air” pun berlaku di sini.
Dalam system ini, terdapat empat jenis sumber air dalam bentuk danau. Bahkan selain danau, hutan pun merupakan sumber air bagi subak bali. Subak sendiri memiliki prinsip untuk tidak mengutamakan effisiensi, melainkan effektivitas , dimana hal ini justru menjadikan subak sebagai bemper kebudayaan bali. Meskipun system irigasi subak terdiri atas sawah- sawah yang sempit- sempit, subak memiliki beberapa landasan berupa Tri Hita Karana, atau tiga hal yang menyebabkan kebahagiaan, yang terdiri atas harmoni dengan alam, meliputi sawah yang sesuai dengan kontur, kemudian harmoni dengan sesame yang meliputi system “pinjam air”, rapat dan atau konsolidasi. Selain itu , ada pula harmoni kepada tuhan, dimana disimbolkan dalam sesajen yang dipersembahkan di pematang. Sistem irigasi ini sangat berlandaskan sosio- kultural masyarakat, sehingga terdapat beberapa kelebihan dan kekurangan. Kelebhannya antara lain bersifat fleksibel, bersifat good governance, mampu beradaptasi dengan teknologi baru dan dinamika budaya yang ada. Kelemahannya terletak pada tidak kuatnya system pertahanan dalam menahan intervensi dari pihak luar. Namun demikian, system subak ini sangatlah unik. One inlet & one outlet system… begitulah bunyi system tersebut yang diutarakan oleh ahli irigasi, dimana 1 petani memiliki 1 gate dan 1 pure. Untuk konsolidasinya sendiri, system ini sangat menganjurkan petani untuk selalu melakukan perundingan setiap akan menanam, bahkan saat hendak membunuh hama dan tikus.Gabungan antara subak – subak yang terikat dalam satu system disebut subak agung. Secara konkret, memang jelas bahwa system irigasi semacam ini sangat kurang efisien. Namun demikian, subak sendiri merupakan sebuah cerminan kearifan local yang berhasil dilestarikan sehingga berhasil pula dalam mengangkat derajat bangsa — Rasyid read more

Read more