Setelah sebelumnya EIA di UNDIP Semarang dan PIMPI di IPB Bogor, kini saatnya LCEN ITS Surabaya menjadi sasaran. Sabtu dan Minggu 24-25 Mei 2014 agaknya menjadi sejarah baru bagi rombongan Klub Biotronika TEP UGM yaitu Bio-T dan BioTronik yang berhasil menaklukan sebuah kompetisi elektronika bertajuk LCEN (Lomba Citra Elektroteknik Nasional). Kompetisi ini diselenggrakan oleh Jurusan Teknik Elektro ITS Surabaya yang diikuti oleh seluruh Perguruan Tinggi dari penjuru nusantara. Kompetisi ini diawali dengan lolosnya proposal dari Tim Bio-T dan BioTronik menuju Grand Final di Convention Hall, Tunjungan Plaza Surabaya.

Kedua tim tersebut kemudian di-split menjadi dua kategori. Kategori pertama adalah Industrial Automation and Electronics, dimana tim Bio-T ikut serta di dalamnya, sedangkan tim BioTronik masuk kedalam kategori Green Energy Innovation. Meskipun awalnya ragu karena berhadapan dengan teman-teman mahasiswa teknik elektro yang notabene-nya ahli dalam bidang elektronika, tim biotronika tak pernah berhenti melakukan yang terbaik. Hingga seiring berjalannya kegiatan pameran dan penjurian, keyakinan bahwa tim Biotronika memiliki pengetahuan aplikasi teknologi tepat guna di masyarakat pun mulai muncul.

Adapun inovasi yang di kembangkan antara lain Smart Combine Irrigation System dan “APACHI” atau alat pengering cabai hibrid dengan Fuzzy Logic Control (FLC). Smart Combine Irrigation System merupakan inovasi yang penerapannya cenderung dilakukan di lahan pantai. Hal ini dilakukan, guna melakukan penghematan air. Smart Combine Irrigation System merupakan judul dari karya tim BioTronik yang beranggotakan Fathi Alfinur Rizqi, Rahmawati dan Jaza’an Aufa. Sedangkan judul “APACHI” atau alat pengering cabai hibrid dengan Fuzzy Logic Control (FLC) diusung oleh tim Bio-T, yang beranggotakan Septian Agung Wijayanto dan Shofwatul Fadilah. Meskipun saat pameran penampilan stand dari kedua tim kurang menarik, namun setelah satu dua orang berkunjung dan tersurat antusiasme yang cukup tinggi dari mereka, maka stand pun mulai mendapat perhatian.

Hari pertama jadwal Bio-T untuk presentasi di hadapan juri, sedangkan tim Bio-Tronik mendapat jadwal hari kedua. Hasilnya pun tak mengecewakan, BioTronik menjadi First Winner di kategori Green Energy Innovation, sedangkan tim Bio-T menjadi grand finalis. Semua ini tidak lepas dari dukungan dari berbagai pihak mulai dari Jurusan, dosen – dosen yaitu Bu Devi sebagai pembimbing klub Biotronik, Bu Hanim dan Bu Tining sebagai pendamping kompetisi dan pak Handoyo sebagai konsultan saat pembuatan alat serta Permateta yang telah memberi fasilitas untuk Klub Biotronik. Di balik itu semua ada orang-orang hebat , seperti mas Dualim Atma, bang Mareli, Mas Itto dan Mas Yustafat yang senantiasa rela meluangkan waktu mereka demi melakukan pendampingan yang intense terhadap member Klub Biotronika TEP UGM sehingga proses pembuatan alat berjalan dengan baik, dan hasilnya pun nggak sia- sia.

“Sebuah pembuktian bahwa Teknik Pertanian juga bisa “in” di manapun.. jadi buat temen- temen yang masih ngerasa kalo TeP tuh jurusan yang Zonk Banget, coba deh berpikir ulang, karena ternyata di luar pun TeP masih diperhitungkan”, ungkap Fathi (19).

Dengan demikian, terjawab sudah bahwa kecerdasan afektif bergerak sinergi dengan aspek kecerdasan lainnya, sehingga tak menutup kemungkinan bahwa setiap kita melakukan pembaharuan diri, yakni dengan melakukan kegiatan yang bersifat “organizing” akan ada hal lain yang diuntungkan pula. Belajar tentu merupakan suatu keharusan, akan tetapi berinteraksi sekaligus melakukan pengembangan merupakan hal yang vital dan sangat diperlukan oleh setiap diri kita. Dengan adanya klub- klub di Jurusan Teknik Pertanian, sedikit banyak memberikan sumbangan terbesar dalam menghasilkan output-output berupa mahasiswa yang “seimbang” dalam berbagai aspek kehidupan. Harapannya, TeP akan punya klub lain yang tumbuh sesuai dengan preferensi mahasiswa dan bergerak sinergis dengan arah gerak keprofesian keteknikan pertanian, yang kemudian melahirkan Agent of Change untuk PERMATETA, Teknik Pertanian, FTP, UGM, dan INDONESIA—Gue anak Teknik Pertanian MEN!,…(bangga deh jadi anak TEP) fth&rd.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *